Rabu, 24 Juni 2009

Standar dan perekonomian Indonesia

Apakah standar memiliki nilai ekonomi dalam pembangunan Indonesia?

Berdasarkan hasil penelitian ekonomi atas penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) oleh Badan Standardisasi Nasional atas lima produk, menunjukkan penerapan SNI cukup kuat memberikan dampak positif terhadap nilai ekonomi. Penelitian itu dilakukan berdasarkan nilai tambah dari penerapan SNI, biaya sertifikasi, dan pengujian serta penolakan atas produk impor yang tidak ber-SNI. Kelima produk tersebut di antaranya, air minum dalam kemasan, garam konsumsi beryodium, minyak goreng, pupuk SP 36, dan pupuk KCL.

Hasil penelitian tersebut tidak berbeda jauh dengan penelitian serupa yang dilakukan Jerman dan Inggris. Hasil penelitian Jerman dan Inggris menunjukkan, jika semua pihak yang terlibat dalam kegiatan standardisasi memiliki persepsi yang sama, itu menguntungkan. Dengan formula itu dapat dijadikan model untuk menghitung nilai kontribusi standardisasi ekonomi baik di negara berkembang di kawasan ASEAN dan Afrika.

Hasil penelitian Badan Sertifikasi Nasional pada lima komoditas itu menjelaskan terjadinya peningkatan keuntungan yang cukup signifikan setelah menggunakan standar. Jumlah keuntungannya bervariasi, ada yang Rp 500 miliar, bahkan ada yang Rp 1,3 triliun, tergantung sektornya.

Semakin banyak standar yng diterapkan, berarti semakin banyak keuntungan makro yang dapat diperoleh Indonesia, untuk itu mari para stakeholder standardisasi melakukan tugasnya masing-masing karena penerapan SNI tergantung oleh;
1. Pemerintah, dalam hal departemen teknis yang memiliki kewenangan untuk menjadikan standar sebagai regulasi teknis dan harus konsisten dalam menegakkan aturan (law enforcement)- berapa banyak besi beton (baja tulangan beton) "banci" yang beredar di Indonesia dibandingkan dengan yang sesuai SNI??
2. Pelaku usaha, pada dasarnya penerapan standar adalah sukarela sehingga kesadaran pelaku usaha untuk menerapkan standar sangat diharapkan
3. masyarakat standardisasi, pihak yang diajak berpartisipasi dalam perumusan SNI agar sungguh-sungguh memberikan masukan
4. Masyarakat umum, bila masyarakat sudah menyadari arti pentingnya standar, mereka akan menjadi kelompok penekan yang mampu mempengaruhi produsen

wassalam

Standar Nasional Indonesia

Standar adalah dokumen berisi ketentuan teknis (aturan, pedoman atau karakteristik) dari suatu kegiatan atau hasilnya, yang dirumuskan secara konsensus dan ditetapkan oleh lembaga standar yang berwenang untuk dipergunakan oleh stakeholder dengan tujuan mencapai keteraturan yang optimum ditinjau dari konteks keperluan tertentu.


Standar Nasional Indonesia adalah standar yang berlaku di wilayah rpublik Indonesia, yang dirumuskan oleh Panitia Teknis Perumusan SNI dan ditetapkan oleh Badan Standardisasi Indonesia. Standar memiliki peranan yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari antara lain;
  • Standar digunakan sebagai bahasa yang digunakan dalam perdagangan setelah uang dan jumlah, (Setelah setuju harga dan jumlahnya pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana kualitasnya? bicara kualitas berarti bicara standar dan konsistensi)
  • Memberikan kepastian dalam transaksi (dengan mengatakan produk kami sesuai dengan SNI xxxx, pihak buyer biasanya langsung memahami)
  • Memudahkan komunikasi, contoh lampu merah, isyarat yang digunakan dalam lampu merah sama di seluruh indonesia, sehingga masing2 orang tahuapa yang harus dilakukan ketika lampu berwarna merah
  • Melindungi keselamatan dan kesehatan manusia
  • Melindungi kelestarian fungsi lingkungan hidup

Fungsi standar yang sedemikian penting ini belum banyak disadari oleh masyarakat Indonesia. wassalam