Beragam cara dilakukan untuk mengenalkan standar kepada masyarakat masyarakat, salah satunya lewat kegiatan off air yang melibatkan masyarakat secara langsung. Minggu, 13 Desember 2009, Badan Standardisasi Nasional (BSN) melawat ke kota Bandung untuk menyelenggarakan kegiatan kampanye sadar mutu dalam bentuk “Gerak Jalan Sehat Bersama SNI”. Acara ini merupakan kolaborasi BSN dengan Masyarakat Standardisasi Indonesia (MASTAN) Koordinator Wilayah Jawa Barat, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Radio 99’ers, dan Paguyuban Sapedah Beheula – Bandung.
Kepala Badan Standardisasi Nasional – Dr. Bambang Setiadi, menyampaikan tiga hal, yaitu mengapa kegiatan ini dilakukan, mengapa dipilih Kota Bandung dan terima kasih BSN kepada warga Bandung. “Kegiatan ini dilakukan untuk mengenalkan dan menumbuhkan budaya standar dikalangan masyarakat Bandung. Selain itu di Kota ini banyak peristiwa heroisme bagi Bangsa Indonesia dan saat ini Bandung juga menjadi icon kota kreatif ,di Kota Bandung juga banyak terdapat Panitia Teknis Perumusan SNI, sehingga sudah selayaknyalah Kota Bandung mendapat kehormatan menjadi tuan rumah kegiatan ini”.
Sesaat sebelum tampil, Beliau mengenakan ikat kepala bercorak batik khas jawa barat yang ternyata merupakan penutup kepala khas bandung yang sudah hampir punah. Ikat kepala ini diberikan oleh Caprit Santoso, seniman muda kota Bandung yang tengah menyusun literature permainan khas sunda dan menulisnya berdasarkan panduan penyusunan SNI.
Sebelum Kepala BSN memberikan sambutan sekaligus melepas peserta gerak jalan, peserta dikenalkan dengan Saridhan, icon pelestari lingkungan dari kota Bandung. Beliau mengajak masyarakat untuk konsisten menjaga kebersihan dan merawat lingkungan sekitar demi masa depan anak cucu kita. Saridhan tidak kenal SNI, tidak mengetaui Climate Change namun beliau peduli dengan lingkungan dan dengan penuh kesadaran beliau mencabuti paku-paku yang ada dipepohonan, membersihkan jalan, menegur masyarakat yang membuang sampah sembarangan dan mengajak masyarakat merawat lingkungan.
Gerak jalan berlangsung di sekitar Gedung Sate – Lapangan Gasibu, icon wisata olahraga pagi bagi masyarakat Bandung, dengan harapan masyarakat yang berada diwilayah ini melihat acara ini dan mengenal SNI. Beragam permainan menarik telah menyambut peserta saat sampai di garis finish, antara lain Detektif SNI, ledger snake (ular tangga) dan SNI Board.
“Susah pisan euy (sunda - red)” kata Ibu Cucu yang terpaksa harus melihat dengan seksama untuk menemukan tanda SNI dalam produk konsumsi sehari-hari dalam permainan Detektif SNI. “ harusnya produsen memasang tanda SNI yang besar dan gampang terlihat agar cepat dikenali masyarakat” lanjut Ibu Cucu. Kang Ridho peserta dari Ujung Berung-Bandung juga menyatakan hal senada dan menambahkan “saat promosi seharusnya produsen juga mengangkat tanda SNI untuk menginformasikan bahwa produknya telah sesuai standar”.
Beragam respon dari peserta gerak jalan ini juga terekam saat lomba SNI Board diadakan. Salah satu peserta menyatakan “wah, ternyata ukuran/nomor celana kita ada standarnya yah, pantesan (sunda - red) membeli celana dimana saja cukup dengan menyebutkan ukuran celana kita”. “bener euy, setopan dimana wae sarua, Di Bandung sarua jeung di Yogya, Medan (benar yah, lampu merah dimana saja sama, baik di Kota Bandung maupun kota Yogya dan Medan) saat mendapat penjelasan tentang “Standar disekelilig kita”. Masyarakat baru menyadari bahwa sebenarnya standar ada disekeliling kita dan digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Tak pertemuan tanpa perpisahan, gerak jalan ini diakhiri dengan pengundian door prize berupa peralatan elektronik rumah tangga dan telepon genggam. Terlintas semangat para pejuang Bandung saat perang kemerdekaan,
Halo halo Bandung
Ibu Kota Priangan
Sudah lama, beta tidak berjumpa dengan kau
Sekarang telah menjadi lautan api
Mari bung, rebut kembali.
MARI BUNG JADIKAN PRODUK INDONESIA TUAN RUMAH DI NEGERI SENDIRI (btw)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar